Sejarah Kemoceng/ Sulak

Sulak / Kemoceng merupakan piranti kecil yang sederhana, tetapi fungsi dan manfaatnya luar biasa dalam berperan sebagai pencipta keindahan rumah yaitu kebersihan, membersihkan debu, abu dll, terbuat dari bulu/ rafia/ kain/ woll dan kini terbuat dari rambut dan diberi gagang untuk pegangan, Sulak juga disebu t sebagai kemoceng atau duster dalam bahasa inggrisnya, beragam jenis sulak dapat kita jumpai sekarang ini, mulai yang terbuat dari bulu ayam, tali rafia, kain, bulu domba bahkan yang paling mutakhir adalah sulak yang sering kita lihat di TV media.

Dahulu sulak  berbentuk tipis dan panjang, namun karena dianggap kurang efesien kini sulak diberi gagang yang cukup manis, terbauat dari kayu, plastik bahkan logam, alat yang biasa digunakan sebagai pembersih debu pada meja, kursi, tembok dan hiasan ini bisa kita jumpai mulai dari pasar hingga toko toko moderen bahkan melalui call center seperti di iklan TV, setelah tidak digunakan biasanya sulak digantungkan pada dinding, makanya tidak heran jika terdapat cantelan/ tempat menaruh paku yang berguna untuk menaruh di tembok atau dinding kayu.

Sulak adalah kerajinan turun temurun dari negeri Cina. Sulak merupakan penghargaan dari Cai Ing Tianjin yaitu sulak yang dibikin dari Cai Xijiu, ialah kakek butut dari Cai Xuebin pada masa pemerintahan Kaisar Xianfeng  dari dinasti Qing,  sulak yang dibikin oleh Cai dikenal karena kualitasnya yang bagus, sehingga direkomendasikan untuk membersihkan barang barang milik keluarga kaisar di istananya.

Sebagai terobosan baru, jika saat ini Anda hanya mengenal sulak dari bulu, kain, plastik, rafia dan lain lain maka kini membuat sulak yang lain daripada yang lain dan hanya baru dibikin di kota kami sebagai pusat industri rambut palsu dunia, maka kami memanfaatkan rambut yang melimpah sebagai bahan baku pembuatan sulak tersebut.

Jangan sampai ketinggalan dengan keindahan sulak kami, silahkan pasarkan dan gunakan di daerah Anda, kami siap membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s